Seperti yang telah diketahui bersama, salah satu makanan pokok warga Indonesia adalah nasi. Sebagai makanan pokok, nasi dapat dengan mudah ditemui di berbagai warung makan lesehan hingga restoran ternama. Beragam resto yang menawarkan menu ala luar negeri yang banyak diminati warga Indonesia seperti masakan Korea ataupun menu ala negeri sakura pun tak lepas dari nasi. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis nasi, mulai dari nasi putih, nasi merah hingga nasi hitam. Namun demikian, nasi putihlah yang paling banyak dikonsumsi. Hal ini tidak luput dari harga yang ditawarkan oleh pasar yang memang dibanderol lebih murah dibandingkan dua jenis nasi lainnya.

Selain harga yang dapat dijangkau masyarakat luas, sebagai makanan pokok tentunya nasi menawarkan kandungan gizi yang mencukupi, mulai dari sumber karbohidrat yang dikenal sebagai sumber energi hingga protein dan mineral. Selain itu nasi juga memiliki kandungan gizi vitamin B1 atau yang dikenal dengan nama thiamin. Vitamin B berperan meningkatkan fungsi kognitif. Baik dimasak secara tradisional menggunakan tungku ataupun dimasak secara lebih modern dengan memanfaatkan teknologi rice cooker, ada sebuah “ritual” yang sama-sama dilakukan yaitu mencuci nasi. Proses pencucuian nasi ini tentu saja bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang terdapat di dalam beras.

Namun tahukan Anda bahwa mencuci berulang kali dengan cara menggosok beras bahkan hingga air dapat mengurangi kadar gizi, utamanya pada kandungan vitamin B1-nya? Satu fakta yang perlu diketahui, ternyata vitamin B1 merupakan salah satu jenis vitamin yang larut dalam air. Pada butiran beras, kandungan vitamin B1 ternyata utamanya ada pada permukaan beras. Sehingga menggosok-gosok butiran beras merupakan tatacara yang kurang benar saat mencuci beras.

Jadi mencucui beras hendaknya hanya dilakukan untuk membuang kotoran ataupun debu yang ada ataupun menempel pada beras saja, sehingga tidak ikut dimasak. Meski terkesan sepele, namun hal ini merupakan pengetahuan yang wajib dimiliki oleh semua orang bukan? Apalagi yang memegang teguh kalau belum makan nasi rasanya belum kenyang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *